Langsung ke konten utama

Petanda dan Penanda Hotel Yusro Shiddiqiyyah


Kemaren 31 Desember 2025 setelah safar ke pondok pesantren Darul Ulum Peterongan, saya bersama keluarga kembali menapaki lokasi jejak penelitian Disertasi, setelah lima tahun berlalu. Di tempat sama yang tidak asing, Hotel Yusro milik Tarekat Shiddiqiyyah Jombang. Hotel bintang tiga yang menurut salah seorang resepsionis telah berdiri sejak 2011. Usia yang lumayan tua untuk hotel bintang tiga di Kabupaten yang terbilang tidak besar. 

 

Tahun 2017 hingga 2020 lalu, saya meneliti gerakan tarekat ini dengan berbagai dinamikanya. Terlepas pro dan kontra yang menyertainya, tarekat ini menurut saya memiliki organisasi yang masif dan memiliki basis ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang kuat. Ada banyak program yang dikembangkan baik yang bernuansa profit secara professional ataupun kegiatan amal berbasis kedermawanan. Sudah ada banyak artikel ataupun buku yang mengulas tentang ini, maka saya tidak akan menceritakannya kembali. Intinya, tarekat ini walaupun dulu sempat dinilai tarekat lokal namun gerakannya mungkin melampaui tarekat yang disebut transnasional. Saya sengaja menghindari penyebutan mu’tabarah atau ghairu mu’tabarah pada tarekat tersebut sebab istilah tersebut ‘mungkin’ bernuansa politis.

 

Hotel Yusro tentu saja hanya salah satu dari sekian tempat yang pernah saya kunjungi saat penelitian. Namun, tempat ini menarik untuk diceritakan ulang. Tidak ada yang baru dari suasana di dalam hotel. Ornamen khas dengan ukiran yang khas menghiasi sisi bagian dalam maupun luar bangunan. Warna warna kontras seperti ungu, biru, dan kuning keemasan cukup dominan pada hampir sebagian besar bangunan. Konon pilihan warna tersebut juga mengandung makna tersendiri. Kata-kata bijak karya Kiai Muhmmad Muchtar Mu’thi, Mursyid tarekat ini, dapat dijumpai di berbagai tempat. Isi ungkapan bijak itu umumnya tentang cinta tanah air dan petuah keagamaan.


Di pojok kamar hotel masih tertata dengan rapi enam kitab suci milik pemeluk agama resmi di Indonesia, tertulis di atas rak “ISLAM Rahmatan lil’alamin”. Pertama kitab Bhagawad Gītā milik umat Hindu yang disadur oleh I Wayan Maswinara. Kitab tersebut ditulis dalam tiga bahasa Sanskrta, Inggris, dan Indonesia. Kedua, Tipiṯaka Tematik Sabda Buddha dalam Kitab Suci Pāḻi milik umat Budha. Tertulis di dalamnya bahwa kitab ini dihimpun oleh Bhikkhu Bodhi. Setelah saya membaca detail, sumber himpunan kitab suci ini adalah In the Buddha’s Words. Ternya judul aslinya setelah say acari di media online In the Buddha's Words: An Anthology of Discourses from the Pali Canon (The Teachings of the Buddha). Tipiṯaka ini berbahasa Indonesia. Ketiga Kitab suci Al-Qur’an tiga Bahasa­­: Arab, Indonesia, dan inggris. Selain tiga bahasa juga dilengkapi dengan transliterasi. Keempat adalah Alkitab berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta. Di halaman awal kitab tersebut tertulis “Alkitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Terjemahan Baru yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Al-Kitab ini milik umat Katolik. Kelima adalah Perjanjian Baru (New Testament) yang dipedomani oleh saudara kita umat Protestan. Kitab perjanjian baru ini juga berbahasa Indonesia. Terakhir adalah Su Si milik umat Konghucu. Su Si diterjemahkan dengan “Kitab yang Empat” berhuruf Han. Keenamnya unik dari aspek sumber, proses penerjemahan ataupun penyaduran hingga penyajian pesan-pesan ketuhanan. 


Saat membaca bagian-bagian awal kitab-kitab tersebut, fikiran saya membayangkan mundur jauh ke belakang tentang bagaimana petuah ilahiyah itu sampai hingga zaman ini, di tempat ini. Tentu terpaut jauh dari sumber aslinya. Kali ini saya tidak menyoal tentang autentisitas atau keaslian kitab-kitab tersebut sebab semuanya pasti asli bagi pemeluknya.

 

Bagi saya keberadaan keenam kitab teresebut bukti nyata semangat persaudaraan antar iman yang dipromosikan oleh Shiddiqiyyah, bukan omon-omon saja. Dengan menyajikan keenamnya pada tempat yang sama, mengirim pesan kesetaraan dalam keberagaman. Kita mencoba biasa untuk bersikap wajar dengan saling membaca kitab suci umat agama yang lain, dan memang seharusnya begitu. Di saat banyak orang lebih banyak berdiskusi dan melontarkan wacana, Shiddiqiyyah sudah berada di depan. Seingat saya tarekat ini juga memiliki organisasi PCTAI (Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia) yang anggotanya tidak hanya orang Islam dan memiliki visi kerukunan antar umat beragama. Menurut saya ini adalah bagian dari upaya koeksistensi antar dan intra umat beragama.

 

Selain adanya beragam kitab Suci tersebut, yang unik dari tempat itu,  saat menatap langit-langit kamar ada empat huruf yang terletak di pojok atas. Keempatnya adalah huruf fa’, ya’ dhad, dan ha’. Keberadaan simbul huruf-huruf itu menambah keunikan hotel tersebut. Ada pesan yang tersembunyi yang tidak semua orang bisa menerkanya. Saya tidak ingin menduga-duga.








Walhasil kesempatan bermalam di penginapan tersebut memberi pesan bahwa manusia pada dasarnya hidup penuh dengan simbol-simbol. Ada banyak tujuan kenapa simbul digunakan. Ada yang mudah ditafsirkan tetapi tidak sedikit yang sulit atau bahkan tidak ditemukan maknanya. Lantas kenapa kita selalu berebut tafsir atas simbul tertentu. Ya boleh-boleh saja asal tidak memaksa. [Ben Nyaman] 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koleksi Karya Ulama Nusantara dalam Berbagai Bidang Keilmuan Dahulu hingga Kini

Sumber: https://nusantaranews.co/ Di bawah ini ada sekitar 184 link tempat download buku karya Ulama Nusantara dari klasik hingga kini. Link ini saya peroleh dari salah satu Blog milik  Nanal Fauz . Karya-karya berikut legal dipublikasikan untuk Masyarakat umum. Hal ini bertujuan agar orang Indonesia tahu akan khasanah intelektual yang dimiliki oleh para pendahulunya. Semoga bermanfaat. Mari berbagi. 1. حاشية الترمسي المسمى موهبة ذي الفضل على شرح العلامة ابن حجر مقدمة بافضل المؤلف : الإمام العلامة الفقيه المدقق الشيخ محمد محفوظ بن عبد الله الترمسي الجاوي http:// maktabahtahmil.b logspot.co.id/ 2015/10/ blog-post_88.htm l 2. ترجمة العلامة الفقيه الأصولي محمد أحمد سهل بن محفوظ بن عبد السلام بن عبد الله الحاجيني الجاوي الإندونيسي  http:// maktabahtahmil.b logspot.co.id/ 2015/10/ blog-post_44.htm l 3. نـور الظلام شــرح مـنظومة عقيدة العــوام  المؤلف : العلامة المفسر الشيخ محمد نووي بن عمر بن عربي الجاوي البنتني http:// maktabahtahmil.b logspot.co.id/ 2...

Tugas Mata Kuliah Psikologi Sufistik untuk Mahasisawa TP 6 IAIN Tulungagung

Dear Teman-teman TP 6 FUAD-IAIN-TA,  berikut ini penjelasan tugas yang seyogyanya segera anda eksekusi. Adapun ketentuannya sebagai berikut: 1. Tugas dalam bentuk resume materi diadopsi dari open journal yang telah saya siapkan,  2. Materi bisa anda unduh dalam laman berikut  ini  dan  ini . 3. Tugas dikumpulkan dalam format Microsoft word, minimal versi 2007; dalam bentuk soft file, dikirim ke email saya  (trowelu@outlook.com) dengan format nama file  Namadepan_IAINTA_TP6 . Contoh; ( Rizqa_IAINTA_TP6 ) 4. Tugas dikumpulkan Maksimal pada hari minggu 12 April 2015 jam 24.00. WIB. 5. Tugas dikerjakan oleh masing-masing Individu namun bisa anda diskusikan dengan masing-masing kelompok yang telah terbentuk. 6. Anda diperkenankan memberikan tambahan penjelasan yang dikutip dari pelbagai referensi dengan syarat menyantumkan rujukan yang jelas. 7. NO PLAGIARISME! Selamat bekerja!